BIOLOGI SMAN 2 TANJUNG RAJA

Jumat, 20 Maret 2020

POLA PEWARISAN SIFAT DAN HUKUM MENDEL

Posted by Taufik Ardiyanto On Maret 20, 2020

Disekitar kita beragam variasi sifat dapat kita lihat, baik pada manusia, hewan maupun tumbuhan. Dalam satu keluarga kita misalnya, terdapat beragam variasi sifat yang diturunkan orang tua kita kepada kita. Mungkin ada yang berambut keriting, ada yang berambut lurus, ada yang memiliki lesung pipit, ada yang tidak. Ada yang lidahnya dapat digulung ada yang tidak. Bahkan mungkin dalam satu keluarga ada yang bermata coklat, biru, atau abu-abu. Pada hewan pun juga dapat dijumpai variasi sifat. Sebagai contoh, anak kucing dapat memiliki variasi warna rambut meskipun induknya satu. Begitu juga pada tumbuhan, dapat ditemukan variasi dengan mudah. Misalnya, tumbuhan yang sejenis ada yang berbatang tinggi dan pendek, ada yang berdaun kecil dan ada yang berdaun besar. Hal yang dapat menjelaskan mekanisme perpindahan sifat dari orang tua kepada keturunannya tersebut adalah mekanisme penurunan atau pewarisan sifat.

Penurunan atau perkawinan sifat-sifat dari induk kepada keturunannya melalui gen disebut hereditas. Mekanisme pewarisan sifat mengikuti aturan-aturan tertentu yang disebut pola-pola hereditas. Menurut Walter Sutton, pola-pola hereditas ini terjadi karena gen merupakan karakteristik yang diturunkan sehingga meskipun terjadi mitosis dan meiosis bentuk dan identitas setiap gen di dalam kromosom adalah tetap. Saat terjadi meiosis, kedua perangkat kromosom yang berasal dari kedua induknya memisah secara bebas dan kemudian mengelompok secara bebas dengan kromosom lain yang bukan sehomolog. Jumlah kromosom yang terkandung dalam ovum maupun spermatozoid adalah sama (bersifat haploid), yaitu setengah dari jumlah kromosom sel tubuh induknya. Individu hasil pembuahan antara ovum dengan spermatozoid bersifat diploid artinya mengandung dua perangkat kromosom.

Mendel menerangkan adanya fenomena faktor keturunan (gen) yang secara kekal diwariskan dari induk kepada keturunanya melalui hukum pemisahan. Teori ini dibangun Mendel melalui pengamatan terhadap persilangan tanaman kacang ercis (Pisum sativum). Dalam eksperimennya, Mendel melakukan penyerbukan terhadap kepala putik kacang ercis berbunga ungu dengan serbuk sari yang berasal dari kacang ercis berbunga putih. Persilangan tersebut menghasilkan keturunan berupa biji-biji kacang ercis yang jika ditanam akan menghasilkan bunga berwarna ungu. Selanjutnya, tanaman hasil penyilangan pertama disilangkan dengan sesamanya. Keturunan yang diperoleh dari persilangan kedua adalah sebagian besar tanaman berbunga warna ungu dan sebagian kecil berbunga warna putih.
Hukum mendel I atau hukum segregasi (pemisahan) adalah suatu kaidah pemisahan pasangan alel secara bebas pada saat pembelahan meiosis dalam pembentukan gamet. Segregasi ini disertai dengan penurunan jumlah kromosom diploid menjadi haploid. Hukum Mendel I dapat dibuktikan pada penyilangan monohibrid. Monohibrid adalah penyilangan dengan satu sifat beda yang merupakan satu pasangan alel. Mendel menyilangkan kacang ercis berbunga warna ungu dengan kacang ercis berbunga warna putih. Hasil keturunan I berbunga warna ungu 100%. Sifat bunga warna ungu adalah dominan, sedangkan warna putih bersifat resesif. Jika bunga warna ungu keturunan I (F1) disilangkan dengan sesamanya (inbreeding) akan menghasilkan keturunan II (F2) berupa bunga warna sebanyak 75% dan warna putih sebanyak 25%. Contoh diagram penyilangan monohibrid adalah sebagai berikut.
 

Peristiwa penyilangan monohibrid tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
  • Bunga ungu bersifat dominan. Bunga ungu betina pada induk pertama (P1) mempunyai genotipe homozigot UU sehingga pada saat pembentukan gamet terjadi pemisahan pasangan alel UU dan terbentuklah satu macam gamet U.
  • Bunga putih bersifat resesif. Bunga putih jantan pada induk pertama (P1) mempunyai genotipe homozigot uu sehingga pada saat pembentukan gamet terjadi pemisahan pasangan alel uu dan terbentuklah satu macam gamet u.
  • Jika antara gamet yang dihasilkan oleh kedua induk jantan dan betina (U dan u) terjadi fertilisasi, akan dihasilkan keturunan pertama (F1) dengan genotipe heterozigot Uu.
  • F1 yang disilangkan dengan sesamanya sebagai parental II (P2) bergenotipe Uu. Saat pembentukkan gamet, setiap pasangan alel Uu berpisah sehingga terbentuklah 2 macam gamet jantan yang mengandung alel U dan u serta 2 macam gamet betina yang mengandung alel U dan u.  
  • Jika keempat gamet tersebut mengalami fertilisasi, akan terjadi pertemuan silang antara keempat gamet. Hal tersebut menyebabkan terbentuknya keturunan F2 yang mengandung genotipe UU, Uu, dan uu. Genotipe UU dan Uu mempunyai fenotipe ungu, sedangkan genotipe uu mempunyai fenotipe putih. Perbandingan bunga ungu : bunga putih adalah 3 : 1.
 Hukum Mendel II atau hukum asortasi (berpasangan) secara bebas adalah suatu kaidah yang menyatakan bahwa setiap alel dapat berpasangan secara bebas dengan alel lainnya yang tidak sealel pada waktu pembentukkan gamet. Hukum Mendel II dapat dijelaskan dengan penyilangan dihibrid, yaitu penyilangan dengan dua sifat beda atau dua alel yang berbeda, misalnya sifat biji bulat dan keriput atau warna biji kuning dan hijau. Hukum Mendel II ini hanya berlaku pada gen-gen yang letaknya berjauhan sehingga dapat memisah secara bebas. Pada gen yang letaknya berdekatan, cenderung akan terjadi tautan (tidak dapat memisah secara bebas).

Pada penyilangan tanaman kacang ercis berbiji bulat dan berwarna kuning dengan tanaman kacang ercis berbiji keriput dan berwarna hijau, dihasilkan keturunan pertama (F1) kacang ercis berbiji bulat dan berwarna kuning. Bentuk biji bulat dan berwarna kuning bersfat dominan. Sementara itu, bentuk biji keriput dan berwarna hijau bersifat resesif. Jika keturunan pertama tanaman ercis berbiji bulat dan berwarna kuning disilangkan dengan sesamanya, akan menghasilkan keturunan kedua (F2), tanaman kacang ercis berbiji bulat kuning, bulat hijau, keriput kuning, dan keriput hijau dengan perbandingan 9 : 3 : 3 : 1. Diagram penyilangan dihibrid adalah sebagai berikut.
Rasio genotipe F2      
=    BBKK  : BBKk  :  BbKK  : BBkk  : BbKk  : bbKK : Bbkk:   bbKk  :  bbkk    
=    1  :  2  : 2  :  1  :  4  :  1  : 2  : 2  : 1   
Rasio fenotipe F2
 = bulat kuning  : bulat hijau  :  keriput kuning  : keriput hijau  
=      9  :  3 :  3  : 1
Pembentukan gamet pada persilangaan dihibrid terjadi dengan cara pemisahan alel secara bebas, yaitu sebagai berikut.
  • BB berpisah menjadi B dan B; Bb berpisah menjadi B dab b; dan bb berpisah menajdi b dan b.
  • KK berpisah menjadi K dan K; Kk berpisah menjadi K dab k; dan kk berpisah menajdi k dan k.
  • Pembentukan gamet pada persilangan dihibrid terjadi melalui penggabungan alel (berpasangan secara bebas), yaitu sebagai berikut.
  • B berpasangan dengan K membentuk BK
  • B berpasangan dengan k membentuk Bk
  • b berpasangan dengan K membentuk bK
  • b berpasangan dengan k membentuk bk
Simak video untuk memahami mater!


Kerjakan soal latihan berikut ini!

PERJALANAN DARWIN DALAM PERUMUSAN TEORI EVOLUSI

Posted by Taufik Ardiyanto On Maret 20, 2020

Darwin merangkai berbagai gagasannya dari hasil temuan para saintis yang mempelajari fosil, sisa atau jejak organisme dari masa lalu. Kebanyakan fosil ditemukan di batuan endapan yang terbentuk dari pasir dan lumpur yang terkumpul di dasar laut, sungai, dan rawa-rawa. Lapisan baru dari endapan menutupi lapisan yang lebih tua dan menekannya menjadi lapisan batuan yang saling bertumpukan yang disebut strata. Adanya erosi menggerus strata yang lebih atas sehingga mengungkapkan strata yang lebih dalam yang sebelumnya terkubur. Darwin menalar bahwa proses perubahan geologis merupakan hasil dari kerja yang lambat namun terus menerus dan bukan dari peristiwa yang mendadak, sama halnya dengan makhluk hidup yang lambat laun akan mengalami perubahan.
Gambar 1. Charles Darwin (Campbell, 2010).

Charles Darwin (1809-1882) dilahirkan di Shewsbury, Inggris Barat. Sejak kecil ia sudah sangat tertarik pada alam. Ayah Darwin seorang dokter dan beranggapan anaknya tidak akan punya masa depan sebagai seorang naturalis sehingga mengirim Darwin ke sekolah kedokteran di Edinburgh. Darwin beranggapan bahwa kedokteran membosankan dan proses operasi ketika metode pembiusan belum ditemukan merupakan hal yang mengerikan. Ia berhenti dari sekolah kedokteran dan mendaftar ke Cambridge University, dengan niat menjadi pendeta.

Di Cambridge, Darwin menjadi murid Revered (pendeta) John Henslow seorang professor botani. Segera setelah Darwin lulus, Henslow merekomendasikannya kepada Kapten Robert FitzRoy, yang sedang menyiapkan kapal survey HMS Beagle untuk perjalanan panjang mengelilingi dunia. 
 Gambar. peta pelayaran HMS beagle.

Darwin bertolak dari Inggris dengan Beagle pada Desember 1831. Misi utama perjalanan itu adalah memetakan pesisir Amerika Selatan yang kurang diketahui. Sementara awak kapal menyurvei pesisir, Darwin menghabiskan sebagian besar waktunya di darat, mengamati dan mengumpulkan ribuan tumbuhan dan hewan Amerika Selatan. Ia mencatat ciri-ciri tumbuhan dan hewan yang membuat mereka dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang beaneka ragam, seperti hutan lembab di Brazil, padang rumput yang luas di Argentina, dan puncak gunung Andes yang menjulang.

Darwin mengamati bahwa tumbuhan dan hewan di wilayah beriklim sedang Amerika Selatan lebih mirip dengan spesies yang hidup di wilayah tropis Amerika Selatan dibandingkan dengan spesies yang hidup di wilayah beriklim sedang di Eropa, lebih lanjut, fosil-fosil yang ditemukan walaupun jelas berbeda dari spesies-spesies yang masih ada, menunjukkan kekhasan Amerika Selatan karena mirip dengan organisme yang masih ada di benua tersebut.

Darwin juga menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan geologi selama pelayaran tersebut. Meskipun sering mabuk laut, ia membaca Principles of Geology karya Lyell sewaktu berlayar di atas Beagle. Ia mengalami sendiri perubahan geologi ketika gempa bumi yang kuat mengguncang pesisir Chili. Ia kemudian mengamati bahwa bebatuan di sepanjang pesisir terdorong ke atas sejauh beberapa kaki. Darwin yang menemukan fosil organisme laut jauh di ketinggian Andes, menyimpulkan bahwa bebatuan yang mengandung fosil-fosil tersebut pastilah terangkat ke atas oleh serangkaian gempa semacam itu. Pengamatan-pengamatan ini mempertegas hal yang ia pelajari dari Lyell: bukti fisik tidak mendukung pandangan tradisional bahwa Bumi yang statis hanya berumur beberapa ribu tahun.

Ketertarikan Darwin tentang distribusi geografik spesies terdorong lebih jauh sewaktu Beagle berlabuh di Galapagos, gugusan kepulauan vulkanik yang terletak di dekat khatulistiwa, sekitar 900 km sebelah barat Amerika Selatan. Darwin terpesona oleh organisme-organisme tak lazim yang ia temukan di sana. Burung yang ia koleksi di Galapagos mencakup beberapa jenis mockingbird yang walaupun serupa, tempaknya merupakan spesies yang berbeda. Ada spesies mockingbird yang hanya tinggal di pulau tertentu, sementara yang lain hidup di dua atau lebih pulau-pulau yang berdekatan. Lebih lanjut, walaupun hewan di Galapagos mirip dengan spesies yang menghuni daratan Amerika Selatan, kebanyakan spesies di Galapagos tidak ditemukan di tempat-tempat mana pun di dunia. Darwin membuat hipotesis bahwa kepulauan Galapagos dikolonisasi oleh organisme yang tersesat dari Amerika Selatan dan kemudian berdiversifikasi sehingga muncullah berbagai spesies baru di kepulauan yang beraneka ragam itu.
 
Gambar. Variasi paruh pada burung finch Galapagos


Selama pelayaran bersama Beagle Darwin mengamati banyak contoh adaptasi, yakni karakteristik organisme yang meningkatkan kesintasan dan reproduksi pada lingkungan yang spesifik. Belakangan, sewaktu ia menguji ulang pengamatannya, ia mulai memahami adaptasi terhadap lingkungan dan kemunculan spesies baru sebagai dua proses yang berkaitan erat. Mungkinkah spesies baru muncul dari bentuk nenek moyang melalui akumulasi bertahap dari adaptasi terhadap lingkungan yang berbeda? Dari penelitian-penelitian yang dilakukan bertahun-tahun setelah pelayaran Darwin para ahli biologi menyimpulkan bahwa memang inilah yang terjadi pada kelompok finch Galapagos yang beraneka ragam. Berbagai bentuk paru dan perilaku finch diadaptasikan terhadap makanan spesifik yang tersedia di pulau tempat tinggalnya. Darwin menyadari bahwa menjelaskan adaptasi semacam itu penting sekali untuk memahami evolusi yang berpusat pada seleksi alam. Pada awal tahun 1840-an, Darwin telah menyusun hal-hal utama dari hipotesisnya. Ia menuangkan gagasan tersebut dalam sebuah makalah pada 1844, sewaktu ia menulis sebuah esai panjang tentang penurunan dengan modifikasi dan mekanisme yang mendasarinya, yaitu seleksi alam. Namun ia masih ragu untuk menerbitkan gagasannya, karena bisa menimbulkan kontroversi. Bahkan ketika ia menunda penerbitan esainya, Darwin terus mengumpulkan bukti yang mendukung hipotesisnya. Pada pertengahan 1850-an ia menjabarkan gagasannya kepada Lyell dan beberapa orang lain. Lyell yang belum yakin tentang evolusi tetap mendorong Darwin untuk menerbitkan pemikirannya sebelum ada orang lain yang mencapai kesimpulan yang sama dan menerbitkannya lebih dulu. 
 Gambar. Gagasan pemikiran Darwin

Pada juni 1858, prediksi Lyell menjadi kenyataan. Darwin menerima manuskrip dari Alfred Russel Wallace (1823-1913), seorang naturalis Inggris yang bekerja di Hindia Timur yang telah mengembangkan hipotesis seleksi alam mirip dengan hipotesis Darwin. Wallace meminta Darwin untuk mengevaluasi makalahnya dan meneruskannya ke Lyell untuk mengetahui apakah makalah itu pantas diterbitkan. Darwin kemudian menyelesaikan bukunya yang diberi judul On the Origin of Species by Means of Natural Selection (Mengenai Asal-usul Spesies Akibat Seleksi Alam) dan menerbitkannya pada tahun berikutnya. Walaupun Wallace telah mengirimkan gagasannya untuk diterbitkan terlebih dahulu, ia mengagumi Darwin dan berpikir bahwa Darwin telah mengembangkan gagasan seleksi alam dengan sedemikian ekstensif sehingga Darwinlah yang harus diakui sebagai arsitek utamanya.

Dalam satu dasawarsa, buku Darwin dan para pendukungnya telah meyakinkan kebanyakan ahli biologi bahwa keanekaragaman makhluk hidup merupakan produk evolusi. Darwin berhasil di saat ahli evolusi sebelumnya telah gagal, terutama karena ia menyajikan mekanisme saintifik yang masuk akal dengan logika tak bercacat dan bukti yang melimpah.

MENGENAL JARINGAN IKAT

Posted by Taufik Ardiyanto On Maret 20, 2020


Jaringan ikat adalah sekumpulan sel khusus yang serupa bentuknya, besarnya dan pekerjaan yang berfungsi menunjang dan menyokong berbagai susunan tubuh yang ada di sekitarnya. Adapun fungsi jaringan ikat yang lain adalah: Merekatkan, mengikat atau menghubungkan berbagai sel atau bangunan yang ada di dalam tubuh. Sebagai media di mana tempat pembuluh darah lewat, untuk mendistribusikan berbagai bahan makanan pada organ yang bersangkutan dan mengangkut produk sisa hasil metabolisme. Pertahanan tubuh, sebagai tempat dimana proses imunologik berlangsung. Dapat berfungsi sebagai penimbun lemak (sel lemak), pigmen (sel pigmen), penghasil benda darah (sel hemopoetik) dan pemulihan jaringan.

JARINGAN IKAT EMBRIONAL
Mesenkim
Mesenkim adalah jaringan ikat embrio yang kelak akan menumbuhkan jaringan ikat dewasa, pembuluh darah dan limfe, dan otot polos. Secara histologis terdiri atas sel-sel mesenkim dan bahan dasar (matriks). Sel ini berbentuk bintang, lebih kecil dari fibroblas dan memiliki banyak penjuluran dan saling berhubungan. Biasanya terletak di sepanjang dinding kapiler. Inti lonjong, besar, pucat karena sedikit mengandung kromatin. Secara umum sifat selnya seragam dan monoton. Matriks bersifat homogen seperti lendir. Dengan meningkatnya umur embrio pada matriks mulai terbentuk filamen-filamen yang bergabung menjadi fibril yang bersifat submikroskopik. Kumpulan fibril ini kelak membentuk serabut. Pembuluh darah belum tampak pada mesenkim.
 Gambar Jaringan mesenkim.
  

Jaringan Ikat Mukosa
Jaringan ikat mukosa/berlendir dapat dianggap sebagai tahap perkembangan lanjut dari mesenkim. Fibril sudah mulai terbentuk pada matriks yang berkonsistensi jel. Fibril sangat halus dan tidak bercabang. Pembuluh darah dan syaraf belum banyak. Zat makanan dan oksigen menuju sel-sel melalui difusi. Jaringan ikat mukosa ditemukan pada tali pusar (umbilicus) di sekitar pembuluh darah, dikenal sebagai „jaringan Wharton‟. Pada mamalia tidak terdapat lagi, hanya pada pupil omasum terdapat jaringan yang mirip, begitu pula pada balung dan pial ayam yang berperan sebagai penunjang.


JARINGAN IKAT DEWASA

Bentuk umum jaringan ikat dewasa jelas berbeda dari jaringan ikat embrio karena fibril-fibril sudah membentuk serabut. Selanjutnya sel-selnya mulai berdiferensiasi menjadi sel-sel jaringan ikat dewasa yang cukup banyak macamnya. Matriks jaringan ikat dewasa sudah berbeda dan mengandung cairan jaringan (tissue fluid). Ketentuan bagi jaringan ikat mensyaratkan adanya tiga unsur utama, yaitu : (1) adanya sel-sel (fibroblast, adiposit, makrofag, plasma sel, sel mast, osteosit, kondrosit); (2) serabut (kolagen, eslatik, retikular); dan (3) matriks.
 
Gambar. Sel-sel jaringan ikat.


SEL JARINGAN IKAT
sel-sel jaringan ikat dapat kita pelajari antara lain sebagai berikut:

Fibroblast (Desmosit)
Fibroblast merupakan sel-sel jaringan ikat tetap yang jumlahnya paling banyak. Inti lonjong mengandung sedikit kromatin. Fungsi fibroblast yaitu membentuk serabut dan bahan dasar (matriks) ekstraseluler. Fibroblast dikenal mampu membentuk serabut kolagen.

Histiosit (klasmatosit atau makrofag tetap)
Histiosit bersama fibroblast selalu terdapat pada jaringan ikat longgar. Bentuk selnya tidak teratur, penjuluran sel pendek dan tumpul, sedangkan intinya lebih kecil dan bulat dari fibroblast. Histiosit dalam keadaan istirahat sulit dibedakan dengan fibroblast. Histiosit tergolong sistem makrofag yang berfungsi memfagositosis benda asing (kuman, pecahan sel) dalam tubuh. Fungsi histiosit membersihkan benda asing dari luar atau dalam tubuh sendiri, misalnya sisa sel yang sudah mati.

Sel Plasma

Sel plasma jarang terdapat pada jaringan ikat biasa, sering terdapat pada jaringan ikat selaput lendir saluran pencernaan. Pada jaringan retikular pembentuk benda darah, pada tempat peradangan mudah ditemukan. Bentuk selnya lonjong tidak teratur, lebih kecil dari histiosit, inti terletak eksentrik dengan kromatin jelas membentuk jalinan seperti roda.

Sel Mast
Sel mast lazimnya terlihat pada jaringan ikat longgar, khususnya di sekitar pembuluh darah. Bentuk selnya besar, lonjong dengan inti agak pucat. Dalam sitoplasma terdapat banyak butir yang lazimnya bersifat basofil. Butir ini mudah larut dalam air seperti butir pada leukosit basofil. Fungsi sel mast menghasilkan heparin (antikoagulan), histamin, dan serotonin. Histamin menyebabkan terjadinya vasodilatasi dan meningkatkan permeabelitas pembuluh darah kapiler dan vena kecil pada kasus alergi.

Sel lemak
Sel lemak terdapat pada jaringan lemak, bisa bersifat soliter atau mengelompok.

Sel Pigmen
Sel pigmen lazim disebut „melanosit‟ dan pigmen yang berwarna coklat hitam disebut „melanin‟. Melanosit banyak terdapat jaringan ikat berpigmen pada lapis khoroidea mata, rambut, kulit, dan sebagainya. 

Untuk memahami materi jaringan ikat simaklah video berikut ini:




MENJAGA KESEHATAN MATA

Posted by Taufik Ardiyanto On Maret 20, 2020

Mata adalah salah satu organ indera yang penting bagi manusia. Menjaga kesehatan mata dapat menghindarkan Anda dari risiko penyakit mata hingga hilangnya penglihatan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mata.

Rutin Memeriksakan Mata
Setiap orang, mulai dari anak-anak hingga usia lanjut, dianjurkan untuk memeriksakan mata ke dokter spesialis mata setidaknya 2 tahun sekali. Rutin memeriksakan mata dapat mendeteksi dini masalah pada mata akibat penyakit tertentu, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

PERAN ALGA BAGI KEHIDUPAN

Posted by Taufik Ardiyanto On Maret 20, 2020


Protista mirip tumbuhan disebut juga alga. Alga mikroskopis memiliki ciri-ciri khusus, yaitu dapat berfotosintesis sama seperti tumbuhan, tersebar luas di alam, dan dijumpai hampir di segala macam lingkungan yang terkena sinar matahari. Alga renik yang terapung-apung di perairan ini merupakan bagian fitoplankton yang berguna sebagai sumber makanan penting bagi organisme-organisme lain.

Alga sangat berperan penting dalam rantai makanan.. Alga bertindak sebagai fitoplankton di dalam ekosistem. Alga menghasilkan oksigen yang penting dalam kehidupan makhluk hidup lain. Alga hijau merupakan sumber fitoplanton yang digunakan sebagai pakan ikan dan hewan air lainnya Misalnya adalah pada Euglena sp
Gambar 1. Euglena sp.

Alga dapat berperan sebagai stabilizer dan bahan pembentuk gel dalam makanan, seperti cokelat, campuran puding instan, susu, dan sup krim. Agar, berasal dari spesies alga merah juga, juga digunakan sebagai pembentuk gel dalam gelatin, keju olahan, puding, mayones dan jelly. Alga cokelat (Macrocrytis pyrifera) mengandung yodium yang mengandung Na, P, N, dan Ca yang dapat dimanfaatkan sebagai suplemen untuk hewan ternak. Selain itu, alga cokelat yang mengandung asam alginat dapat dimanfaatkan sebagai pengental produk makanan, industri, dan alat-alat kecantikan (Laminaria, Macrocystis, Ascophylum, dan Fucus).

Pigmen dari alga hijau mengandung beta-karoten, yang digunakan sebagai bentuk alami dari pewarna makanan. Alga merah dapat dimanfaatkan untuk makanan suplemen kesehatan (Porphyra), sumber makanan (Rhodymenia palmata), pembuatan agar (Gellidium), dan penghasil karagenan (pengental es krim).
Gambar 2. Petani alga.

Dinding sel diatom mengandung zat kersik sehingga alga keemasan sering disebut juga alga kersik. Zat kersik ini sangat berguna bagi industri, seperti bahan penggosok, penyaring, industri kaca, dan bahan isolasi.


Gambar 3. beberapa contoh produk dari pemanfaatan alga.

Selain bermanfaat bagi kehidupan jumlah alga di alam yang berlebihan juga berbahaya bagi keseimbangan ekosistem. Reproduksi yang cepat, dari alga dapat menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan bagi tumbuhan air, akibatnya tumbuhan air tersebut mati.

Untuk melatih pemahamanmu tentang materi ini, kerjakan latihan berikut!

PERAN PROTOZOA BAGI KEHIDUPAN

Posted by Taufik Ardiyanto On Maret 20, 2020

Penyakit menular umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri, tetapi tidak demikian dengan disentri. Penelitian menemukan bahwa penyakit ini disebabkan oleh mikroba, yang mikroskopis, mempunyai ukuran antara 20-30 milimikron dan dapat hidup di dalam usus manusia. Bagaimana mereka bisa masuk dalam tubuh manusia? Tahukah Anda hewan tersebut dapat masuk melalui makanan atau minuman yang tercemar. Oleh karena itulah, makanan dan minuman sebaiknya harus dimasak sampai matang. Makhluk hidup yang menyebabkan penyakit disentri termasuk golongan/kingdom Protista.

Protista mirip hewan atau disebut juga protozoa adalah organisme uniseluler, eukaroitik, tidak memiliki dinding sel, pada umumnya dapat bergerak (motil) dan memperoleh makanan secara fotoheterotrof maupun keomheterotrof. Karena tidak dapat membuat makanan sendiri, protozoa sangat bergantung kepada lingkungan dan makhluk hidup lain. Interaksi yang dilakukan protozoa terhadap makhluk hidup lain dapat saling menguntungkan (mutualisme), dan juga dapat merugikan (parasitisme) organisme lain tergantung jenisnya.

Peranan positif protozoa antara lain sebagai komponen penting rantai makanan di alam, terutama pada ekosistem air. Protozoa merupakan zooplankton dan bentos yang merupakan sebagai sumber makanan hewan air. 


Protozoa juga dapat berperan sebagai predator bakteri. Jumlah bakteri yang berlebihan di alam dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Protozoa dapat bertindak sebagai pengendali laju pertumbuhan bakteri sehingga perkembangan bakteri dapat ditekan. Sebagai contoh adalah Amoeba yang dapat memfagosit bakteri saprofit di dalam air sehingga laju pertumbuhan bakteri dapat ditekan dan nilai BOD lingkungan dapat menurun.

Protozoa dalam bidang pertambangan dapat digunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi, penentu umur lapisan bumi atau sebagai petunjuk sejarah bumi. Salah satu jenis protozoa yang dapat melakukan peran tersebut yaitu Foraminifera/Globigerina di mana cangkangnya yang terbuat dari kalsium karbonat dapat mengendap di dasar laut membentuk tanah globigerina.
 Gambar 1. Foraminifera sebagai  penunjuk minyak bumi

 Untuk lebih mengenal tentang Foraminifera simaklah video berikut ini:

Protozoa juga dapat digunakan sebagai bahan penggosok karena kerangkanya terbentuk dari silikon yaitu Radiolaria.

Selain menguntungkan bagi kehidupan, ada beberapa protozoa yang merugikan. Protozoa dapat menyebabkan penyakit tertentu pada beberapa makhluk hidup termasuk manusia. Misalnya protozoa jenis Entamoeba disentriae, menyebabkan penyakit disentri. Disentri adalah infeksi usus yang menyebabkan diare yang disertai darah atau lendir, keram perut, mual atau muntah serta demam. Protozoa ini dapat memicu beberapa komplikasi pada tubuh hingga dapat menimbulkan kematian. Mencegah penyebaran Enthamoeba disentriae, dapat kita lakukan agar penyakit yang disebabkan organisme ini tidak menyebar.

Selain Enthamoeba disentriae yang menyebabkan disentri, ada beberapa protozoa lain yang menyebabkan beberapa penyakit yaitu Trypanasoma brucei penyakit tidur di Afrika, Trypanasoma evansi, penyakit pada hewan ternak, Leishmania, penyebab penyakit kala-azar, Trichomonas vaginalis, parasit di vagina, Balantidium coli penyebab diare, Toxoplasma gondii penyebab toksoplasmosis, dan Plasmodium sp. penyebab malaria. 



Gambar 2. Entamoeba penyebab penyakit disentri

Kamis, 19 Maret 2020

MENGENAL ENZIM

Posted by Taufik Ardiyanto On Maret 19, 2020


Enzim adalah makromolekul yang bekerja sebagai katalis, agen kimiawi yang mempercepat reaksi tanpa ikut terkonsumsi oleh reaksi. Jika tidak ada regulasi oleh enzim, lalu-lintas kimiawi melalui jalur-jalur metabolisme akan macet total karena banyak reaksi kimia akan berlangsung terlalu lama. Enzim adalah biokatalisator organik yang dihasilkan organisme hidup di dalam protoplasma, yang terdiri atas protein atau suatu senyawa yang berikatan dengan protein. Pada reaksi yang dikatalisasi oleh enzim, molekul awal reaksi disebut sebagai substrat, dan enzim mengubah molekul tersebut menjadi produk. Jenis produk yang akan dihasilkan bergantung pada suatu kondisi/zat, yang disebut promoter.
 
Gambar 1. Contoh reaksi yang dikatalisis oleh enzim: hidrolisis sukrosa oleh sukrase (Campbell, 2010).